Senin, 16 Maret 2009

cinta tak direstui

Dosa apa yang pernah aku lakukan, hingga setuta deraian airmata terkucur tanpa linangan, jika mencinta itu suatu dosa apakah aku berdosa jika ingin membahagiakan sidia, mungkin ini hanya secuil derita tapi kena aku mersa terlluka dan terhina saat kedua orang tuanya dan keluarga besar merendahkan aku dan semua atribut yang terkait dalam kehidupanku? Apa karena hanya materi yang taksanggup aku jamah dan apakah ketulusan perasaan ini takmampu menebus semua harapan dan kebahagiaan, dia sangat suci sampai dihatinya penuh duri hanya karena mempertahankan hubungan ini, sudilah kiranya engkau wahai dewa-dewi cinta untuk menghapus luka lara dalam cerita cintaku dan dia, karena aku tak pernah rela jika siapapun menyakiti perasaannya, biarlah aku yang mengalah dan tulus ikhlas menerima penghinaan dari keluarga besarnya.
Apa aku terlalu bodoh menjalani semua ini sebenarnya aku hanya ingin membuatnya bahagia tapi kenapa olehku juga dia selalu terluka? Oh tuhan sungguh takkuasa aku menyakitinya jika ini adalah hukuman bagiku kenap kau juga tak berikan kebahagiaan padanya? Cukup hanya aku saja yang terluka biarkan dia berdampingan dengan kebahagiaan hanya itu yang aku minta.
Aku merasa rintihan hatiku tiada guna jika aku hanya selalu bertanya dan menyesali kenapa, aku harus jadi kuat seperti kekar pohon yang selalu kokoh ditiup angina, dan tanpa sesalan aku kan menempuh apapun untuk menghiasi setiap senyuman orang yang sangat aku puja sehingga takkan pernah ada luka dikalbu dan putih hatinya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar